Nama : Ahmad Zaini
NIM : 1202055041
Prodi : Ilmu Komunikasi A
Mata Kuliah : Penulisan Humas
Samarinda,
Rangkaian acara Imaginarium 2015 yang berlangsung selama dua hari tidak hanya
diisi dengan acara lomba acoustic band, short movie dan lomba fotografi saja.
Yang tidak kalah menarik adalah area stand-stand bazar selama acara itu
berlangsung. Gedung Graha Aula KNPI yang berada di JL. A.W. Syahranie Samarinda
berubah sebagian menjadi stand-stand bazar dan area pameran komunitas-komunitas
yang ada di Samarinda.
Panitia
Imaginarium 2015 menata area pameran dengan sangat baik dan rapi dimana pelaku
kegiatan ekonomi kecil mikro(UKM) dan komunitas-komunitas yang ada di Samarinda
bisa menjajalkan produk-produk dan komunitas mereka.
![]() |
| Stand-stand pakaian yang di padati oleh pengunjung |
Memasuki area pameran, mata saya langsung tertuju kepada stand-stand yang menjual
berbagai macam pakaian baik pakaian pria ataupun pakaian wanita.
Dia area ini
stand-stand peserta secara khusus menampilkan hasil karya mereka kepada
pengunjung. Satu stand yang menarik perhatian saya dan saya yakin juga banyak
di pengunjung adalah stand legacy store. Legacy Store sendiri adalah brand
lokal dimana dalam pembuatan nya menggunakan tangan manusia (hand made).
Stand-stand
lain juga tidak kalah bagusnya dalam menampilkan produk mereka seperti Spark
Store yang memajang produk-produk seperti kaos, topi dan sepatu yang tidak
kalah kerennya dari stand-stand yang lain. Saya juga tertarik dengan dengan
stand makanan Ayam Goreng Pemuda dimana rasa dari makanan itu sendiri membuat
saya tertarik dan kemasan makanannya yang unik berbentu kotak. Dan stand
minuman yang membuat saya dan pengunjung lainnya tertarik adalah Panmilk, nama
yang tertulis di stand dan kemasan minuman mereka “Panmilk Toketters” itulah
yang membuatnya menarik. Selain itu rasa dari minuman ini menghilangkan rasa
haus karena aktivitas selama acara berlangsung.
Berkeliling di
area acara Imaginarium 2015 merupakan hal yang sangat menyenangkan. Bukan hanya
stand-stand nya yang menarik, tetapi juga menunjukan bahwa produk-produl lokal
Samarinda tidak kalah dari produk-produk lain dikancah nasional.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar